Kelas : 1SA07
Tugas
softskill
Saya
akan melaporkan hasil kegiatan yang sudah saya lakukan. Saya memilih Monas
sebagai tujuan karna selain berada di sekitar Jakarta secara jujur saya belum
pernah masuk kedalam Monas. Dan saya hampir tidak tahu apa aja sejarah yang ada
di dalam Monas. Saya akan mengawali laporan saya dengan menjelaskan sejarah
tempat yang saya akan datangi yaitu Tugu Monumen Nasional (Monas).
Sejarah :
Monas merupakan salah satu tugu atau museum
nasional yang berada di pusat Ibukota Indonesia, yaitu Jakarta tepatnya di
tengah Lapangan Medan Merdeka.Monumen ini mulai dibangun pada 17 Agustus 1961
dibawah pemerintahan presiden Soekarno dan selesai pada 12 Juli 1975 sudah
sekaligus diresmikan pada tanggal yang sama.Monas yang mempunyai tinggi sekitar
132 meter(433 kaki) ini dibangun oleh arsitek yang bernama Frederich Silaban
dan R. M. Soedarsono. Monumen Nasional ini didirikan untuk mengenang perlawanan
dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintah
kolonial Hindia-Belanda. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran
emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala – nyala.
Hasil Laporan :
Pada
tanggal 12 Agustus 2015 saya bersama ketiga teman saya berangkat dari daerah
bekasi sekitar pukul 10.30 menuju Monas dengan menggunakan Kereta Rel Listrik
dari Stasiun Bekasi dengan membayar Rp. 13.000 ,- /orang untuk mendapatkan
sebuah kartu yang digunakan untuk memasuki sebuah sebuah kereta. Lalu kita
turun di Stasiun Gondangdia. Untuk menuju Monas saya dan teman-teman memilih
untuk jalan kaki. Setelah hampir 20 menit kita sampai di Monas. Setelah sampai
dimonas saya bergegas untuk membeli tiket , loket tiket yang berada di bawah
bagian monas. Dengan membayar Rp. 2000,- untuk anak – anak , Rp. 3000 untuk
mahasiswa, dan Rp. 5000 untuk umum.
Kita
pun dapat memasuki bagian dalam monas. Dibagian dalam monas kita disugguhkan
dengan miniatur dari Tugu Monas tersebut. Kita juga dapat melihat berbagai
diorama yang menceritakan tentang berbagai kegiatan serta perjuangan yang
dilakukan Bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan dalam masa penjajahan.
Dari mulai zaman kerajaan yang ada di Indonesia sampai kegiatan yang dilakukan
para pemuda Indonesia dalam mengisi atau setelah kemerdekaan. Ada 4 sisi
diorama mulai dari pintu masuk sampai kemabali di pintu utama tersebut. Satu
sisi berisi sekitar 12 jendela peragaan yang berisikan kejadian yang dijelaskan
dengan cerita di papan depan diorama dan dilengkapi dengan translate mengunakan
bahasa Inggris. Di bagian tengah pun terdapat tiga buah diorama salah satunya
seperti diorama kegiatan KAA (Konferensi Asia Afrika). Kita dapat mengtahui
lebih jelas atau lebih detail tentang apa saja perjuangan yang telah dilakukan
dan bagaimana saja perjuangannya. Diorama tersebut ada beberapa menceritkan
kehidupan di zaman PaleoMongoloid hingga zaman Kerajaan di Indonesia contohnya
Kerajaan Sriwijaya dan juga penyebaran agama di Indonesia. Pada saat disana
saya juga tidak lupa untuk mengambil gambar , berikut merupakan gambar dari
beberapa diorama yang saya dapatkan .
Diorama
tersebut diurutkan di Monumen Nasional berdasarkan alur cerita sejarah
kemerdekaan Indonesia. Diorama tersebut dibuat semirip mungkin dengan yang
sebenar- benarnya terjadi. Masing – masing diorama pun mempunyai arti dan makna
sejarah masing – masing. Tidak hanya didalam Tugu Monas saja yang terdapat
sejarah namun ketika saya naik kembali ke permukaan tanah, kita dapat melihat
berbagai relief sejarah perjuangan Indonesia juga. Relief yang bermula di sudut
timur laut mengabadikan kejayaan Nusantara yaitu sejarah Singasari dan
Majapahit. Relief dilanjutkan dengan menggambarkan masa penjajahan Belanda,
perlawan rakyat Indonesia serta pahlawan – pahlawan Nasional lainnya. Relief
tersebut dibuat dari semen dengan kerangka pipa atau logam, sayang sekali banyak
dari relief tersebut yang rusak. Ini foto saya dengan beberapa relief di Tugu
Monumen Nasional.
Pada saat keluar dari
Monas, di taman kita dapat melihat banyak orang berlalu lalang dengan berbagai
badut yang ada. Pukul 14.30 kita bergegas pulang dengan kembali berjalan kaki
sampai Stasiun Gondangdia. Untuk pulang kita cukup membayar Rp. 3000,- dan
kembali bisa menggunakan kartu tersebut. Butuh waktu 30 hingga sampai di
Stasiun Bekasi. Jangan lupa untuk menukarkan kartu anda, dan akan akan mendapatkan
uang Rp. 10.000,- . Berikut laporan perjalanan saya dari Monumen Nasional.
Kesimpulan
:
Setelah saya melakukan survey ke
Monumen Nasional saya lebih tau bagaimana sejarah kemerdekaan Indonesia serta
bagaimana saja perjuangan para pahlawan dalam memperthankan kemerdekaan. Para
pemuda atau penerus bangsa wajib mengapresiasikan dan memanfaatkan waktu
sebagai cara untuk mengharagi para pejuang Indonesia. Agar Pejuang di Indonesia
tidak sia – sia telah mempertaruhkan nyawa untuk membela Negara Indonesia.
Kita tidak hanya lebih tau namun
banyak pelajaran yang kita dapat ambil dari beberapa kejadian yang terjadi pada
zaman penjajah. Patut bersyukur para pemuda sekarang tidak mengalami kejadian
seberat itu. Dan untuk membangkitkan rasa nasionalisme atau cinta terhadap
negara Indonesia.
Berikut
foto yang saya ambil pada saat berada di Monas :
sumber : wikipedia-sejarah monas

Tidak ada komentar:
Posting Komentar