Senin, 20 April 2015

survey Monas tugas Softskill semester 2


Kelas : 1SA07



Tugas softskill
Saya akan melaporkan hasil kegiatan yang sudah saya lakukan. Saya memilih Monas sebagai tujuan karna selain berada di sekitar Jakarta secara jujur saya belum pernah masuk kedalam Monas. Dan saya hampir tidak tahu apa aja sejarah yang ada di dalam Monas. Saya akan mengawali laporan saya dengan menjelaskan sejarah tempat yang saya akan datangi yaitu Tugu Monumen Nasional (Monas).
Sejarah :
 Monas merupakan salah satu tugu atau museum nasional yang berada di pusat Ibukota Indonesia, yaitu Jakarta tepatnya di tengah Lapangan Medan Merdeka.Monumen ini mulai dibangun pada 17 Agustus 1961 dibawah pemerintahan presiden Soekarno dan selesai pada 12 Juli 1975 sudah sekaligus diresmikan pada tanggal yang sama.Monas yang mempunyai tinggi sekitar 132 meter(433 kaki) ini dibangun oleh arsitek yang bernama Frederich Silaban dan R. M. Soedarsono. Monumen Nasional ini didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintah kolonial Hindia-Belanda. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala – nyala.
Hasil Laporan :
Pada tanggal 12 Agustus 2015 saya bersama ketiga teman saya berangkat dari daerah bekasi sekitar pukul 10.30 menuju Monas dengan menggunakan Kereta Rel Listrik dari Stasiun Bekasi dengan membayar Rp. 13.000 ,- /orang untuk mendapatkan sebuah kartu yang digunakan untuk memasuki sebuah sebuah kereta. Lalu kita turun di Stasiun Gondangdia. Untuk menuju Monas saya dan teman-teman memilih untuk jalan kaki. Setelah hampir 20 menit kita sampai di Monas. Setelah sampai dimonas saya bergegas untuk membeli tiket , loket tiket yang berada di bawah bagian monas. Dengan membayar Rp. 2000,- untuk anak – anak , Rp. 3000 untuk mahasiswa, dan Rp. 5000 untuk umum.
Kita pun dapat memasuki bagian dalam monas. Dibagian dalam monas kita disugguhkan dengan miniatur dari Tugu Monas tersebut. Kita juga dapat melihat berbagai diorama yang menceritakan tentang berbagai kegiatan serta perjuangan yang dilakukan Bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan dalam masa penjajahan. Dari mulai zaman kerajaan yang ada di Indonesia sampai kegiatan yang dilakukan para pemuda Indonesia dalam mengisi atau setelah kemerdekaan. Ada 4 sisi diorama mulai dari pintu masuk sampai kemabali di pintu utama tersebut. Satu sisi berisi sekitar 12 jendela peragaan yang berisikan kejadian yang dijelaskan dengan cerita di papan depan diorama dan dilengkapi dengan translate mengunakan bahasa Inggris. Di bagian tengah pun terdapat tiga buah diorama salah satunya seperti diorama kegiatan KAA (Konferensi Asia Afrika). Kita dapat mengtahui lebih jelas atau lebih detail tentang apa saja perjuangan yang telah dilakukan dan bagaimana saja perjuangannya. Diorama tersebut ada beberapa menceritkan kehidupan di zaman PaleoMongoloid hingga zaman Kerajaan di Indonesia contohnya Kerajaan Sriwijaya dan juga penyebaran agama di Indonesia. Pada saat disana saya juga tidak lupa untuk mengambil gambar , berikut merupakan gambar dari beberapa diorama yang saya dapatkan .





Diorama tersebut diurutkan di Monumen Nasional berdasarkan alur cerita sejarah kemerdekaan Indonesia. Diorama tersebut dibuat semirip mungkin dengan yang sebenar- benarnya terjadi. Masing – masing diorama pun mempunyai arti dan makna sejarah masing – masing. Tidak hanya didalam Tugu Monas saja yang terdapat sejarah namun ketika saya naik kembali ke permukaan tanah, kita dapat melihat berbagai relief sejarah perjuangan Indonesia juga. Relief yang bermula di sudut timur laut mengabadikan kejayaan Nusantara yaitu sejarah Singasari dan Majapahit. Relief dilanjutkan dengan menggambarkan masa penjajahan Belanda, perlawan rakyat Indonesia serta pahlawan – pahlawan Nasional lainnya. Relief tersebut dibuat dari semen dengan kerangka pipa atau logam, sayang sekali banyak dari relief tersebut yang rusak. Ini foto saya dengan beberapa relief di Tugu Monumen Nasional.
 

 
 



            Pada saat keluar dari Monas, di taman kita dapat melihat banyak orang berlalu lalang dengan berbagai badut yang ada. Pukul 14.30 kita bergegas pulang dengan kembali berjalan kaki sampai Stasiun Gondangdia. Untuk pulang kita cukup membayar Rp. 3000,- dan kembali bisa menggunakan kartu tersebut. Butuh waktu 30 hingga sampai di Stasiun Bekasi. Jangan lupa untuk menukarkan kartu anda, dan akan akan mendapatkan uang Rp. 10.000,- . Berikut laporan perjalanan saya dari Monumen Nasional.
Kesimpulan :
             Setelah saya melakukan survey ke Monumen Nasional saya lebih tau bagaimana sejarah kemerdekaan Indonesia serta bagaimana saja perjuangan para pahlawan dalam memperthankan kemerdekaan. Para pemuda atau penerus bangsa wajib mengapresiasikan dan memanfaatkan waktu sebagai cara untuk mengharagi para pejuang Indonesia. Agar Pejuang di Indonesia tidak sia – sia telah mempertaruhkan nyawa untuk membela Negara Indonesia.
             Kita tidak hanya lebih tau namun banyak pelajaran yang kita dapat ambil dari beberapa kejadian yang terjadi pada zaman penjajah. Patut bersyukur para pemuda sekarang tidak mengalami kejadian seberat itu. Dan untuk membangkitkan rasa nasionalisme atau cinta terhadap negara Indonesia.
Berikut foto yang saya ambil pada saat berada di Monas :

 


 sumber : wikipedia-sejarah monas






Tidak ada komentar:

Posting Komentar