KOTA TUA - JAKARTA
Saya akan
melaporkan hasil kegiatan yang telah saya lakukan bersama teman saya Rahmah
Handayani Adi Pratama. Pada kesempatan kali ini saya bersama teman saya
mengunjungi tempat wisata Kota Tua. Ya kalian semua pasti sudah tidak asing
dengan kata Kota Tua, yang diman terdapat beberapa Museum didalam satu lokasi
yaitu Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah. Museum Wayang, Museum Seni
Rupa dan Keramik, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dalam laporan saya kali
ini ditugaskan untuk melakukan percakapan bersama dengan wisatawan asing (turis),
maka dari itu saya memilih Kota Tua. Selain letaknya strategis di Jakarta ,
Kota Tua pun sering dijadikan salah satu tujuan para wisatawan asing untuk
melihat sejarah kota Jakarta.
Sejarah :
Sejarah berdirinya kota Jakarta –
Kota Tua dimulai ketika pada tahun 1526 Fatahillah dikirim untuk menyerang
pelabuhan Sunda Kelapa yang berada di Pajajaran,
sebuah kerajaan Hindu pada tahun 1526, yang nantinya diberi nama Jayakarta.
Kota yang namanya berubah menjadi Batavia saat pendudukan Belanda, kini disebut
sebagai Kota Tua, Jakarta Tua, atau Batavia Tua. Luas area ini hanya 1.3 km3 di
daerah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Pemberian nama “Kota Tua” sendiri
merupakan tanda sebagai pengingat daerah sekitar semasa kolonial di abad ke-16
bahwa kota ini hanya ada dalam daerah dinding Batavia (yang sekarang disebut
kota). Kota Tua atau Batavia seperti namanya dulu pernah menjadi pusat komersil
seluruh nusantara karena lokasinya yang strategis dan sumber daya yang
melimpah. Jakarta akhirnya mulai berkembang dengan selesainya pendudukan
Jepang, dan pada tahun 1972, Gubernur Jakarta pada masa itu yang bernama Ali Sadikin
mengeluarkan perintah untuk secara resmi menjadikan daerah Kota Tua sebagai
situs warisan sejarah Indonesia, agar paling tidak bisa melindungi bangunan
yang tersisa di sana. Beberapa saat belakangan ini juga mulai aktif lagi
beberapa badan sosial yang berencana merevitalisasi daerah-daerah Kota Tua,
sehingga dapat menjadi daerah sejarah yang baik.
Hasil Laporan :
11 Mei 2015,
saya melaksanakan kegiatan untuk memenuhi laporan tugas Softskill saya yaitu
melakukan percakapan bersama wisatawan asing (turis) . Kali ini saya berangkat
dari stasiun bekasi pukul 09.00 WIB, saya bersama kedua teman saya membeli
tiket KRL yang bertujuan Jakarta Kota. Untuk mendapatkan sebuah tiket kita
dikenakan biaya Rp. 13.000. Kami pun sampai di Stasiun Kota Tua pukul 10.15,
untuk menuju Museum yang berada tidak jauh dari stasiun, kita pun melanjutkan
perjalanan dengan berjalan kaki. Sesampainya disana kita pun tidak langsung
mencari wisatawan asing melainkan berjalan – jalan dan berfoto – foto.
Sebenarnya kita telah banyak menemui banyak wisatawan asing namun kita tidak
berani untuk memulai percakapan dengan mereka. Dan akhirnya kita pun memutuskan
untuk makan siang terlebih dahulu. Sehabis makan siang pun akhirnya kita
memberanikan diri untuk memulai menyapa salah satu pasangan wisatawan asing,
namun sayangnya mereka terlihat buru- buru kita pun tidak sempat berbicara
banyak.
Rahmah : may i take picture with
you ??
Wisatawan asing : yes sure.
Saya : thankyou miss, nice to
meet you.
Wisatawan asing : okey, nice to
meet you too.
Berikut ini foto kami bersama wisatawan asing yang
belum sempat kami ketahui namanya. Hihihi
Saya
pun masih penasaran dan saya pun terus mencoba untuk melakukan percakapan
bersama wisatawan asing yang sedang berlalulalang di sana, namun saya dan teman
saya pun masing belum bisa untuk memulainya kembali , kami gerogi hehe. Karena
jujur saja ini pengalaman pertama saya untuk berdialog bersama wisatawan asing.
Akhirnya kita pun memustukan untuk pulang dan dijalan pulang kami pun melihat
seorang wisatawan asing, lalu kami pun kembali ke Kota Tua dan menghampiri
wisatawan asing tersebut. Hihihi *terlihat seperti orang aneh ya kami bertiga
:D alasan kami kembali selain kami belum puas dengan hasil pertama dan
penasaran , yaitu karena wisatawan asing tersebut Tampan hehehe. Namun seperti
yang pertama, kali ini juga teman saya yang memulai dan ternyata wisatawan
asing kali ini terlihat lebih santai. Berikut foto saya bersama wisatwan asing
yang saya maksud.
Rahmah : Thank you so much sir
Turis
: You are welcome
Rahmah :
Umm… what’s your name?
Turis
:
My name is Daniel
rahmah : Where are you come from?
Turis
:
I am from Germany
Rahmah
:
Nice to meet you. By the way we have a same color shirt like a couple
Turis
:
Nice to meet you too
Saya : can i take picture
with you, same with my friend before ?
Wisatawan
Asing : yeah, of course.
Saya
: thank you sir
for the picture..
Wisatawan
Asing : okay your welcome.
Saya
: bytheway, are
you going to Bali ?
Wisatawan
Asing : No, i am immendiately return to Germany.
Saya
: hmm, thank yo so
much for your time. Sorry i am distrubed.
Wisatawan
Asing : oke no problem.
Saya
: Nice to meet you
Sir.
Wisatawan
Asing : Nice to meet you too.
Lalu kami pun merasa lega,
akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas ini. Hari yang sangat panjang namun
dapu pengalaman baru yang sangat menyenangkan. Dan kami pun kembali berjalan
menuju stasiun Jakarta Kota dan kembali membaya Rp 3.000,- / org untuk mengisi
ulang kartu KRL. Kami pun sampai di bekasi pukul 15.00 WIB. Hari ini pun sangat
luarrrrrr biasa !!
Kesimpulan :
Ternyata memulai percakapan dengan
wisatawan asing tidak semudah yang kita bayangkan, kita pun harus terus melatih
agar berani melakukan hal baru seperti itu. Namun pengalaman ini merupakan
pertama kalinya dan menurut saya sangat berkesan dan tidak akan terlupa. Hihi.
Saya jadi ingin terus berdialog agar bisa lancar dalam pelafalan bahasa
inggris. Dan terus mengasah kemampun berbicara dengan bahasa inggris. Semoga
bermanfaat :) :)
Refrensi
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar