Senin, 18 Mei 2015

kota tua tujuan wisatawan para turis


KOTA TUA - JAKARTA

Saya akan melaporkan hasil kegiatan yang telah saya lakukan bersama teman saya Rahmah Handayani Adi Pratama. Pada kesempatan kali ini saya bersama teman saya mengunjungi tempat wisata Kota Tua. Ya kalian semua pasti sudah tidak asing dengan kata Kota Tua, yang diman terdapat beberapa Museum didalam satu lokasi yaitu Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah. Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dalam laporan saya kali ini ditugaskan untuk melakukan percakapan bersama dengan wisatawan asing (turis), maka dari itu saya memilih Kota Tua. Selain letaknya strategis di Jakarta , Kota Tua pun sering dijadikan salah satu tujuan para wisatawan asing untuk melihat sejarah kota Jakarta. 

Sejarah :
Sejarah berdirinya kota Jakarta – Kota Tua dimulai ketika pada tahun 1526 Fatahillah dikirim untuk menyerang pelabuhan Sunda Kelapa yang berada di Pajajaran, sebuah kerajaan Hindu pada tahun 1526, yang nantinya diberi nama Jayakarta. Kota yang namanya berubah menjadi Batavia saat pendudukan Belanda, kini disebut sebagai Kota Tua, Jakarta Tua, atau Batavia Tua. Luas area ini hanya 1.3 km3 di daerah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Pemberian nama “Kota Tua” sendiri merupakan tanda sebagai pengingat daerah sekitar semasa kolonial di abad ke-16 bahwa kota ini hanya ada dalam daerah dinding Batavia (yang sekarang disebut kota). Kota Tua atau Batavia seperti namanya dulu pernah menjadi pusat komersil seluruh nusantara karena lokasinya yang strategis dan sumber daya yang melimpah. Jakarta akhirnya mulai berkembang dengan selesainya pendudukan Jepang, dan pada tahun 1972, Gubernur Jakarta pada masa itu yang bernama Ali Sadikin mengeluarkan perintah untuk secara resmi menjadikan daerah Kota Tua sebagai situs warisan sejarah Indonesia, agar paling tidak bisa melindungi bangunan yang tersisa di sana. Beberapa saat belakangan ini juga mulai aktif lagi beberapa badan sosial yang berencana merevitalisasi daerah-daerah Kota Tua, sehingga dapat menjadi daerah sejarah yang baik.

Hasil Laporan :
11 Mei 2015, saya melaksanakan kegiatan untuk memenuhi laporan tugas Softskill saya yaitu melakukan percakapan bersama wisatawan asing (turis) . Kali ini saya berangkat dari stasiun bekasi pukul 09.00 WIB, saya bersama kedua teman saya membeli tiket KRL yang bertujuan Jakarta Kota. Untuk mendapatkan sebuah tiket kita dikenakan biaya Rp. 13.000. Kami pun sampai di Stasiun Kota Tua pukul 10.15, untuk menuju Museum yang berada tidak jauh dari stasiun, kita pun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Sesampainya disana kita pun tidak langsung mencari wisatawan asing melainkan berjalan – jalan dan berfoto – foto. Sebenarnya kita telah banyak menemui banyak wisatawan asing namun kita tidak berani untuk memulai percakapan dengan mereka. Dan akhirnya kita pun memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu. Sehabis makan siang pun akhirnya kita memberanikan diri untuk memulai menyapa salah satu pasangan wisatawan asing, namun sayangnya mereka terlihat buru- buru kita pun tidak sempat berbicara banyak.
Rahmah : may i take picture with you ??
Wisatawan asing : yes sure.
Saya : thankyou miss, nice to meet you.
Wisatawan asing : okey, nice to meet you too.

Berikut ini foto kami bersama wisatawan asing yang belum sempat kami ketahui namanya. Hihihi





Saya pun masih penasaran dan saya pun terus mencoba untuk melakukan percakapan bersama wisatawan asing yang sedang berlalulalang di sana, namun saya dan teman saya pun masing belum bisa untuk memulainya kembali , kami gerogi hehe. Karena jujur saja ini pengalaman pertama saya untuk berdialog bersama wisatawan asing. Akhirnya kita pun memustukan untuk pulang dan dijalan pulang kami pun melihat seorang wisatawan asing, lalu kami pun kembali ke Kota Tua dan menghampiri wisatawan asing tersebut. Hihihi *terlihat seperti orang aneh ya kami bertiga :D alasan kami kembali selain kami belum puas dengan hasil pertama dan penasaran , yaitu karena wisatawan asing tersebut Tampan hehehe. Namun seperti yang pertama, kali ini juga teman saya yang memulai dan ternyata wisatawan asing kali ini terlihat lebih santai. Berikut foto saya bersama wisatwan asing yang saya maksud. 









Rahmah                  : Thank you so much sir
Turis                     : You are welcome
Rahmah                 : Umm… what’s your name?
Turis                     : My name is Daniel
rahmah                  : Where are you come from?
Turis                     : I am from Germany
Rahmah                 : Nice to meet you. By the way we have a same color shirt like a couple
Turis                     : Nice to meet you too
Saya                        : can i take picture with you, same with my friend before ?
Wisatawan Asing : yeah, of course.
Saya                        : thank you sir for the picture..
Wisatawan Asing : okay your welcome.
Saya                        : bytheway, are you going to Bali ?
Wisatawan Asing : No, i am immendiately return to Germany.
Saya                        : hmm, thank yo so much for your time. Sorry i am distrubed.
Wisatawan Asing : oke no problem.
Saya                        : Nice to meet you Sir.
Wisatawan Asing : Nice to meet you too.


Lalu kami pun merasa lega, akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas ini. Hari yang sangat panjang namun dapu pengalaman baru yang sangat menyenangkan. Dan kami pun kembali berjalan menuju stasiun Jakarta Kota dan kembali membaya Rp 3.000,- / org untuk mengisi ulang kartu KRL. Kami pun sampai di bekasi pukul 15.00 WIB. Hari ini pun sangat luarrrrrr biasa !!

Kesimpulan :
          Ternyata memulai percakapan dengan wisatawan asing tidak semudah yang kita bayangkan, kita pun harus terus melatih agar berani melakukan hal baru seperti itu. Namun pengalaman ini merupakan pertama kalinya dan menurut saya sangat berkesan dan tidak akan terlupa. Hihi. Saya jadi ingin terus berdialog agar bisa lancar dalam pelafalan bahasa inggris. Dan terus mengasah kemampun berbicara dengan bahasa inggris. Semoga bermanfaat :) :)
Refrensi :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar