Kamis, 27 Oktober 2016

Tourism - Diplomacy


Diplomat. 


Also known as: ConsulPlenipotentiaryEmissaryCharge D'affairesEnvoyAttache.
A diplomat is someone who is appointed by a nation state to represent and protect that nation's interests abroad. The four ranks of diplomats are determined by international law, and include ambassadors, envoys, ministers, and charge d'affaires.
In modern diplomacy there are a number of ranks below ambassador. These ranks now rarely show a mission's importance, but rather show the diplomat's seniority within their own nation's diplomatic career ladder.

This modern ranking system follows a similar, but not exactly parallel, pattern in different countries, and is as follows:
  •  Ambassador (High Commissioner in Commonwealth missions); Ambassador at large
  • Minister
  • Minister - Counselor
  • Counselor
  • First Secretary
  • Second Secretary
  • Third Secretary
  • Attache
  • Assistant Attache

The activities of Diplomat.

 A diplomat forms and maintains international relations with regards to issues of peace and war, trade and economics, culture, the environment, and human rights, and are also the ones who negotiate treaties and international agreements before they are officially endorsed by any politicians. A diplomat also has the ongoing responsibility of collecting and reporting information that could affect national interests, and is often in a good place to give advice about how the home country should react. 

He or she should also do their utmost to represent the views of the home government to the government of the country in which they are posted, and convince these governments to act in ways that the home government would prefer. In this way, diplomats are an integral part of the foreign policy formulation process.
Modern diplomacy is very different from what it was, and is still changing. The role of a diplomat is therefore subject to change in the future.

The workplace of a Diplomat. 

 While some diplomats remain in their home countries, the majority are posted to overseas embassies and consulates in various places across the globe, but a diplomat's work will take them outside of the office. Diplomats may travel to the UN Offices in Geneva or headquarters in New York, or to the homes or offices of heads of state.

Commonly, a diplomat will only spend a period of approximately three years in one country, but this can vary depending on the availability of vacancies. Most diplomats will serve in at least one developing country, where there are higher rates of disease, harsh climates, or social unrest. Some home comforts or amenities might become very hard to come by, and family or spouses who accompany diplomats are not often entitled to work.

However, diplomats are often considered members of an exclusive and prestigious occupation, and a state will often give a lot of support to the high status, privileges and self-esteem of its diplomats in order to maintain its own international image. Since diplomats are very carefully selected, they are held in this high regard by members of the community. International law grants diplomats special privileges and immunities.

Types of Diplomatic Missions .

A country may have several different types of diplomatic missions in another country.
  1. Embassy : A diplomatic mission located in the capital city of another country which generally offer a full range of services, including consular services.
  2. High Commission : An embassy of a Commonwealth country located in another Commonwealth country.
  3. Permanent Mission : A diplomatic mission to a major international organization. 
  4. Consulate General : A diplomatic mission located in a major city, other than the capital city, which provides a full range of services, including consular services.
  5. Consulate : A diplomatic mission that is similar to a consulate general, but which does not provide a full range of services
  6. Consulate Headed by Honorary Consul  : A diplomatic mission headed by an Honorary Consul which provides only a limited range of services.

Functions of a Diplomatic Mission.

Basic functions of a diplomatic mission include:
  • Represent the home country in the host country.
  • Protect the interests of the home country and its citizens in the host country.
  • Negotiate with the government of the host country.
  • Monitor and report on conditions and developments in the commercial, economic, cultural, and scientific life of the host country.
  • Promote friendly relations between the host country and the home country.
  • Develop commercial, economic, cultural, and scientific relations between the host country and the home country.
  • Issue passports, travel documents, and visas. 


source :




Jurnalistik - Tajuk Rencana


Tajuk Rencana- Kompas (

Tantangan Tiga Tahun ke Depan

 

Indonesia membutuhkan pertumbuhan tinggi dan berkualitas untuk menjawab tantangan dalam negeri dan memenangi persaingan global. Pertumbuhan ekonomi nasional setelah krisis keuangan tahun 1998 tidak pernah mencapai 7 persen. Pertumbuhan ekonomi nasional saat ini masih di bawah potensi seharusnya.
Pada saat yang sama, kemampuan pertumbuhan ekonomi menyerap tenaga kerja juga terus menurun. Padahal, kita berhadapan dengan pertumbuhan angkatan kerja baru setiap tahun yang membutuhkan pekerjaan.Peringatan dari Sarasehan Panel Ahli Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia pekan lalu patut menjadi perhatian bersama. Terutama karena kita tengah mengalami bonus demografi, dengan jumlah tenaga kerja produktif jauh lebih besar daripada penduduk usia muda dan usia lanjut.
Pengalaman banyak negara memperlihatkan, keberhasilan memanfaatkan bonus demografi akan meningkatkan tabungan nasional yang kemudian digunakan membiayai pembangunan. Syaratnya, tersedia lapangan kerja berkualitas dan didukung sumber daya manusia dengan kompetensi sesuai.
Pemerintah saat ini memfokuskan diri pada pembangunan infrastruktur fisik, mulai dari jalan tol, pelabuhan, bandara, hingga listrik. Kurangnya infrastruktur menjadi salah satu penyebab rendahnya daya saing kita. Pengalaman kita juga memperlihatkan, membangun infrastruktur sangat penting untuk menggerakkan perekonomian. Industri tidak dapat tumbuh tanpa listrik dan biaya logistik akan menurunkan daya saing apabila jalan, pelabuhan, dan bandara tidak memadai.Dampak infrastruktur pada pertumbuhan ekonomi baru dapat dirasakan dalam jangka menengah-panjang. Sementara menunggu manfaat tersebut, kita tetap memerlukan pertumbuhan ekonomi yang sesuai dengan potensi. Dalam program kerja pemerintah, sasaran tinggi pertumbuhan ekonomi adalah 7 persen pada tahun 2019.
Ke depan, pekerjaan rumah pada tiga tahun tersisa dari pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla adalah segera menyelesaikan persoalan yang belum ditangani baik, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan perbaikan kesehatan, termasuk gizi; peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai prasyarat meningkatkan daya saing; dan mendorong industrialisasi untuk menggantikan ekonomi komoditas.
Kita juga menginginkan pemerataan hasil pembangunan antara desa dan kota, Jawa dan luar Jawa, bagian barat dan timur Indonesia, dan antarlapangan pekerjaan. Tanpa pemerataan, tidak akan terjadi pembangunan berkualitas dan berkelanjutan.

Berdasarkan berita tersebut kita telah mengetahui secara garis besar hasil dari Kabinet Kerja Jokowi-JK selama 2 tahun. Banyaknya tuntuan masyarakat yang belum dapat terwujud mengakibatkan pemerintah harus lebih bekerja keras seperti halnya dalam bidang perekonomian yang masih belum mencapai kata aman, kuraangnya pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, proses perbaikan infrastuktur fisik yang masih belum terselesaikan, serta memperbaiki pelayanan masyarakat yang masih sering ditemukan berbagai permasalahan. Dapat dikatakan hasil dari Kabinet Kerja belum dapat memuaskan.

Tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada pemerintah. Kami sebagai masyarkat pun berharap, agar pemerintah dapat memberikan rancangan yang lebih mumpuni lagi serta resolusi yang efektif terhadap berbagai masalah yang terjadi, sehingga negara kita siap menghadapi tantangan yang lainnya dalam tahun- tahun selanjutnya dan dapat pula untuk bersaing dengan negara di dunia.

Perubahan pun dapat dimulai dari pelayanan masyarakat yang kita ketahui banyak terdapat banyak kasus pungutan liar (pungli) yang masih terjadi di beberapa kantor pelayanan masyarakat agar dapat diberantas, peningkatan layanan masyarakat khususnya di daerah terpencil pun perlu dilakukan sehingga terciptanya pemerataan dalam informasi yang ada, dan perbaikan fasilitas masyarakat dipedasaan seperti jembatan, jalanan rusak, maupun infrastuktur lainnya harus turut diperhatikan. Tidak hanya fasilitas di kota – kota besar saja yang terus diperbaharui namun di daerah pelosok negeri ini wajib diberikan penanganan lebih lanjut agar tidak menimbulkan masalah di bidang lainnya.

Selain itu, pembangunan sumber daya manusia yang masih dalam tahap mengkhawatirkan lainnya adalah masalah tentang banyak remaja yang memasuki umur produktivitas namun belum memiliki pekerjaan. Tidak hanya karna kurangnya lapangan pekerjaan yang ada, tetapi kendala lainnya seperti kurangnya pengembangan kemampuan diri serta tidak memiliki latar belakang pendidikan yang cukup menjadi faktor yang patut dibenahi juga. Pemerintah pun dituntut untuk melakukan berbagai penyuluhan pengembangan kreativitas agar para remaja dapat tertarik untuk mengembangkan minat serta bakat mereka dan juga diharapkan nantinya mereka dapat menyediakan suatu lapangan pekerjaan bagi orang lain. Bila pemerintah  dan masyarakat dapat bekerja sama dengan baik, beberapa tahun kemudian Indonesia dapat menciptkan berbagai lapangan pekerjaan sendiri sehingga tidak ada lagi masyarakat yang mengalami pengangguran ataupun mencari pekerjaan di luar negri dan sedikit demi sedikit kemiskinan di Indonesia dapat dituntaskan.

Pendidikan sebagai salah satu dasar dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, tentunya harus diperbaiki dalam berbagai aspek terutama dengan sistem pendidikan yang jauh lebih terarah sehingga terciptanya kejelasan dalam tujuan suatu bangsa terutama dalam penetuan kurikulum pendidikan di Indonesia. Berkembangnya zaman pun menuntut pemerintah untuk terus menyiapkan calon penerus bangsa yang berkualitas sehingga dapat berjalan seimbang dengan kemajuan teknologi serta pesatnya informasi, dan mampu bersaing dengan negara lainnya terlebih dengan membawa nama Indonesia harum dikancah Internasional.

Kami pun mengakui bahwa dengan kemimpinan Jokowi-JK telah banyak membawa perubahan yang patut diapresiasi dan berdampak postif bagi kemajuan suatu bangsa. Ketegasan beliau pun mampu memberantas berbagai masalah korupsi, penyuapan maupun pungli. Hanya aja masih banyak masyarakat yang belum merasakan manfaat langsung. Ada baiknya jika pemerintah lebih mengutamakan perhatiannnya terhadap masalah serius  yang sering terjadi pada masyarakat karna apabila masalah dalam negeri dapat teratasi dengan baik, tidak hanya akan membawa dampak yang baik bagi kemajuan suatu bangsa itu sendiri melainkan juga untuk menarik negara lain dalam melakukan hubungan dengan Indonesia diberbagai bidang.

Tahun yang akan datang merupakan waktu yang lebih sulit lagi dimana negara Indonesia harus dihadapkan dengan berbagai masalah lainnya tidak hanya nasional, tapi juga masalah mancanegara lainnya. Oleh karna itu, kita sebagai masyarakat senantiasa mendukung dan bekerja sama dalam menerapkan segala kebijakan maupun peraturan yang telah diterapkan. Sehingga Indonesia dapat menjadi negara yang bersatu menuju kemakmuran serta kesejahteraan.