Tajuk Rencana- Kompas (25 Oktober 2016 )
Tantangan Tiga Tahun ke Depan
Indonesia membutuhkan pertumbuhan tinggi dan berkualitas untuk menjawab
tantangan dalam negeri dan memenangi persaingan global. Pertumbuhan ekonomi
nasional setelah krisis keuangan tahun 1998 tidak pernah mencapai 7 persen.
Pertumbuhan ekonomi nasional saat ini masih di bawah potensi seharusnya.
Pada saat
yang sama, kemampuan pertumbuhan ekonomi menyerap tenaga kerja juga terus
menurun. Padahal, kita berhadapan dengan pertumbuhan angkatan kerja baru setiap
tahun yang membutuhkan pekerjaan.Peringatan dari Sarasehan Panel Ahli Ikatan
Sarjana Ekonomi Indonesia pekan lalu patut menjadi perhatian bersama. Terutama
karena kita tengah mengalami bonus demografi, dengan jumlah tenaga kerja
produktif jauh lebih besar daripada penduduk usia muda dan usia lanjut.
Pengalaman
banyak negara memperlihatkan, keberhasilan memanfaatkan bonus demografi akan
meningkatkan tabungan nasional yang kemudian digunakan membiayai pembangunan.
Syaratnya, tersedia lapangan kerja berkualitas dan didukung sumber daya manusia
dengan kompetensi sesuai.
Pemerintah
saat ini memfokuskan diri pada pembangunan infrastruktur fisik, mulai dari
jalan tol, pelabuhan, bandara, hingga listrik. Kurangnya infrastruktur menjadi
salah satu penyebab rendahnya daya saing kita. Pengalaman kita juga
memperlihatkan, membangun infrastruktur sangat penting untuk menggerakkan
perekonomian. Industri tidak dapat tumbuh tanpa listrik dan biaya logistik akan
menurunkan daya saing apabila jalan, pelabuhan, dan bandara tidak memadai.Dampak
infrastruktur pada pertumbuhan ekonomi baru dapat dirasakan dalam jangka
menengah-panjang. Sementara menunggu manfaat tersebut, kita tetap memerlukan
pertumbuhan ekonomi yang sesuai dengan potensi. Dalam program kerja pemerintah,
sasaran tinggi pertumbuhan ekonomi adalah 7 persen pada tahun 2019.
Ke depan,
pekerjaan rumah pada tiga tahun tersisa dari pemerintahan Joko Widodo-Jusuf
Kalla adalah segera menyelesaikan persoalan yang belum ditangani baik, yaitu
peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan perbaikan
kesehatan, termasuk gizi; peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi
sebagai prasyarat meningkatkan daya saing; dan mendorong industrialisasi untuk
menggantikan ekonomi komoditas.
Kita juga
menginginkan pemerataan hasil pembangunan antara desa dan kota, Jawa dan luar
Jawa, bagian barat dan timur Indonesia, dan antarlapangan pekerjaan. Tanpa
pemerataan, tidak akan terjadi pembangunan berkualitas dan berkelanjutan.
Berdasarkan berita tersebut kita telah mengetahui
secara garis besar hasil dari Kabinet Kerja Jokowi-JK selama 2 tahun. Banyaknya
tuntuan masyarakat yang belum dapat terwujud mengakibatkan pemerintah harus lebih
bekerja keras seperti halnya dalam bidang perekonomian yang masih belum
mencapai kata aman, kuraangnya pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas,
proses perbaikan infrastuktur fisik yang masih belum terselesaikan, serta
memperbaiki pelayanan masyarakat yang masih sering ditemukan berbagai
permasalahan. Dapat dikatakan hasil dari Kabinet Kerja belum dapat memuaskan.
Tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada
pemerintah. Kami sebagai masyarkat pun berharap, agar pemerintah dapat
memberikan rancangan yang lebih mumpuni lagi serta resolusi yang efektif
terhadap berbagai masalah yang terjadi, sehingga negara kita siap menghadapi
tantangan yang lainnya dalam tahun- tahun selanjutnya dan dapat pula untuk
bersaing dengan negara di dunia.
Perubahan pun dapat dimulai dari pelayanan
masyarakat yang kita ketahui banyak terdapat banyak kasus pungutan liar
(pungli) yang masih terjadi di beberapa kantor pelayanan masyarakat agar dapat
diberantas, peningkatan layanan masyarakat khususnya di daerah terpencil pun
perlu dilakukan sehingga terciptanya pemerataan dalam informasi yang ada, dan
perbaikan fasilitas masyarakat dipedasaan seperti jembatan, jalanan rusak,
maupun infrastuktur lainnya harus turut diperhatikan. Tidak hanya fasilitas di
kota – kota besar saja yang terus diperbaharui namun di daerah pelosok negeri
ini wajib diberikan penanganan lebih lanjut agar tidak menimbulkan masalah di
bidang lainnya.
Selain itu, pembangunan sumber daya manusia yang
masih dalam tahap mengkhawatirkan lainnya adalah masalah tentang banyak remaja
yang memasuki umur produktivitas namun belum memiliki pekerjaan. Tidak hanya
karna kurangnya lapangan pekerjaan yang ada, tetapi kendala lainnya seperti
kurangnya pengembangan kemampuan diri serta tidak memiliki latar belakang
pendidikan yang cukup menjadi faktor yang patut dibenahi juga. Pemerintah pun
dituntut untuk melakukan berbagai penyuluhan pengembangan kreativitas agar para
remaja dapat tertarik untuk mengembangkan minat serta bakat mereka dan juga
diharapkan nantinya mereka dapat menyediakan suatu lapangan pekerjaan bagi
orang lain. Bila pemerintah dan
masyarakat dapat bekerja sama dengan baik, beberapa tahun kemudian Indonesia
dapat menciptkan berbagai lapangan pekerjaan sendiri sehingga tidak ada lagi
masyarakat yang mengalami pengangguran ataupun mencari pekerjaan di luar negri dan
sedikit demi sedikit kemiskinan di Indonesia dapat dituntaskan.
Pendidikan sebagai salah satu dasar dalam
menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, tentunya harus diperbaiki
dalam berbagai aspek terutama dengan sistem pendidikan yang jauh lebih terarah
sehingga terciptanya kejelasan dalam tujuan suatu bangsa terutama dalam
penetuan kurikulum pendidikan di Indonesia. Berkembangnya zaman pun menuntut
pemerintah untuk terus menyiapkan calon penerus bangsa yang berkualitas
sehingga dapat berjalan seimbang dengan kemajuan teknologi serta pesatnya
informasi, dan mampu bersaing dengan negara lainnya terlebih dengan membawa nama
Indonesia harum dikancah Internasional.
Kami pun mengakui bahwa dengan kemimpinan
Jokowi-JK telah banyak membawa perubahan yang patut diapresiasi dan berdampak
postif bagi kemajuan suatu bangsa. Ketegasan beliau pun mampu memberantas
berbagai masalah korupsi, penyuapan maupun pungli. Hanya aja masih banyak
masyarakat yang belum merasakan manfaat langsung. Ada baiknya jika pemerintah
lebih mengutamakan perhatiannnya terhadap masalah serius yang sering terjadi pada masyarakat karna
apabila masalah dalam negeri dapat teratasi dengan baik, tidak hanya akan
membawa dampak yang baik bagi kemajuan suatu bangsa itu sendiri melainkan juga
untuk menarik negara lain dalam melakukan hubungan dengan Indonesia diberbagai
bidang.
Tahun yang akan datang merupakan waktu yang lebih
sulit lagi dimana negara Indonesia harus dihadapkan dengan berbagai masalah lainnya
tidak hanya nasional, tapi juga masalah mancanegara lainnya. Oleh karna itu,
kita sebagai masyarakat senantiasa mendukung dan bekerja sama dalam menerapkan
segala kebijakan maupun peraturan yang telah diterapkan. Sehingga Indonesia
dapat menjadi negara yang bersatu menuju kemakmuran serta kesejahteraan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar