Kamis, 27 Oktober 2016

Jurnalistik - Tajuk Rencana


Tajuk Rencana- Kompas (

Tantangan Tiga Tahun ke Depan

 

Indonesia membutuhkan pertumbuhan tinggi dan berkualitas untuk menjawab tantangan dalam negeri dan memenangi persaingan global. Pertumbuhan ekonomi nasional setelah krisis keuangan tahun 1998 tidak pernah mencapai 7 persen. Pertumbuhan ekonomi nasional saat ini masih di bawah potensi seharusnya.
Pada saat yang sama, kemampuan pertumbuhan ekonomi menyerap tenaga kerja juga terus menurun. Padahal, kita berhadapan dengan pertumbuhan angkatan kerja baru setiap tahun yang membutuhkan pekerjaan.Peringatan dari Sarasehan Panel Ahli Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia pekan lalu patut menjadi perhatian bersama. Terutama karena kita tengah mengalami bonus demografi, dengan jumlah tenaga kerja produktif jauh lebih besar daripada penduduk usia muda dan usia lanjut.
Pengalaman banyak negara memperlihatkan, keberhasilan memanfaatkan bonus demografi akan meningkatkan tabungan nasional yang kemudian digunakan membiayai pembangunan. Syaratnya, tersedia lapangan kerja berkualitas dan didukung sumber daya manusia dengan kompetensi sesuai.
Pemerintah saat ini memfokuskan diri pada pembangunan infrastruktur fisik, mulai dari jalan tol, pelabuhan, bandara, hingga listrik. Kurangnya infrastruktur menjadi salah satu penyebab rendahnya daya saing kita. Pengalaman kita juga memperlihatkan, membangun infrastruktur sangat penting untuk menggerakkan perekonomian. Industri tidak dapat tumbuh tanpa listrik dan biaya logistik akan menurunkan daya saing apabila jalan, pelabuhan, dan bandara tidak memadai.Dampak infrastruktur pada pertumbuhan ekonomi baru dapat dirasakan dalam jangka menengah-panjang. Sementara menunggu manfaat tersebut, kita tetap memerlukan pertumbuhan ekonomi yang sesuai dengan potensi. Dalam program kerja pemerintah, sasaran tinggi pertumbuhan ekonomi adalah 7 persen pada tahun 2019.
Ke depan, pekerjaan rumah pada tiga tahun tersisa dari pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla adalah segera menyelesaikan persoalan yang belum ditangani baik, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan perbaikan kesehatan, termasuk gizi; peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai prasyarat meningkatkan daya saing; dan mendorong industrialisasi untuk menggantikan ekonomi komoditas.
Kita juga menginginkan pemerataan hasil pembangunan antara desa dan kota, Jawa dan luar Jawa, bagian barat dan timur Indonesia, dan antarlapangan pekerjaan. Tanpa pemerataan, tidak akan terjadi pembangunan berkualitas dan berkelanjutan.

Berdasarkan berita tersebut kita telah mengetahui secara garis besar hasil dari Kabinet Kerja Jokowi-JK selama 2 tahun. Banyaknya tuntuan masyarakat yang belum dapat terwujud mengakibatkan pemerintah harus lebih bekerja keras seperti halnya dalam bidang perekonomian yang masih belum mencapai kata aman, kuraangnya pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, proses perbaikan infrastuktur fisik yang masih belum terselesaikan, serta memperbaiki pelayanan masyarakat yang masih sering ditemukan berbagai permasalahan. Dapat dikatakan hasil dari Kabinet Kerja belum dapat memuaskan.

Tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada pemerintah. Kami sebagai masyarkat pun berharap, agar pemerintah dapat memberikan rancangan yang lebih mumpuni lagi serta resolusi yang efektif terhadap berbagai masalah yang terjadi, sehingga negara kita siap menghadapi tantangan yang lainnya dalam tahun- tahun selanjutnya dan dapat pula untuk bersaing dengan negara di dunia.

Perubahan pun dapat dimulai dari pelayanan masyarakat yang kita ketahui banyak terdapat banyak kasus pungutan liar (pungli) yang masih terjadi di beberapa kantor pelayanan masyarakat agar dapat diberantas, peningkatan layanan masyarakat khususnya di daerah terpencil pun perlu dilakukan sehingga terciptanya pemerataan dalam informasi yang ada, dan perbaikan fasilitas masyarakat dipedasaan seperti jembatan, jalanan rusak, maupun infrastuktur lainnya harus turut diperhatikan. Tidak hanya fasilitas di kota – kota besar saja yang terus diperbaharui namun di daerah pelosok negeri ini wajib diberikan penanganan lebih lanjut agar tidak menimbulkan masalah di bidang lainnya.

Selain itu, pembangunan sumber daya manusia yang masih dalam tahap mengkhawatirkan lainnya adalah masalah tentang banyak remaja yang memasuki umur produktivitas namun belum memiliki pekerjaan. Tidak hanya karna kurangnya lapangan pekerjaan yang ada, tetapi kendala lainnya seperti kurangnya pengembangan kemampuan diri serta tidak memiliki latar belakang pendidikan yang cukup menjadi faktor yang patut dibenahi juga. Pemerintah pun dituntut untuk melakukan berbagai penyuluhan pengembangan kreativitas agar para remaja dapat tertarik untuk mengembangkan minat serta bakat mereka dan juga diharapkan nantinya mereka dapat menyediakan suatu lapangan pekerjaan bagi orang lain. Bila pemerintah  dan masyarakat dapat bekerja sama dengan baik, beberapa tahun kemudian Indonesia dapat menciptkan berbagai lapangan pekerjaan sendiri sehingga tidak ada lagi masyarakat yang mengalami pengangguran ataupun mencari pekerjaan di luar negri dan sedikit demi sedikit kemiskinan di Indonesia dapat dituntaskan.

Pendidikan sebagai salah satu dasar dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, tentunya harus diperbaiki dalam berbagai aspek terutama dengan sistem pendidikan yang jauh lebih terarah sehingga terciptanya kejelasan dalam tujuan suatu bangsa terutama dalam penetuan kurikulum pendidikan di Indonesia. Berkembangnya zaman pun menuntut pemerintah untuk terus menyiapkan calon penerus bangsa yang berkualitas sehingga dapat berjalan seimbang dengan kemajuan teknologi serta pesatnya informasi, dan mampu bersaing dengan negara lainnya terlebih dengan membawa nama Indonesia harum dikancah Internasional.

Kami pun mengakui bahwa dengan kemimpinan Jokowi-JK telah banyak membawa perubahan yang patut diapresiasi dan berdampak postif bagi kemajuan suatu bangsa. Ketegasan beliau pun mampu memberantas berbagai masalah korupsi, penyuapan maupun pungli. Hanya aja masih banyak masyarakat yang belum merasakan manfaat langsung. Ada baiknya jika pemerintah lebih mengutamakan perhatiannnya terhadap masalah serius  yang sering terjadi pada masyarakat karna apabila masalah dalam negeri dapat teratasi dengan baik, tidak hanya akan membawa dampak yang baik bagi kemajuan suatu bangsa itu sendiri melainkan juga untuk menarik negara lain dalam melakukan hubungan dengan Indonesia diberbagai bidang.

Tahun yang akan datang merupakan waktu yang lebih sulit lagi dimana negara Indonesia harus dihadapkan dengan berbagai masalah lainnya tidak hanya nasional, tapi juga masalah mancanegara lainnya. Oleh karna itu, kita sebagai masyarakat senantiasa mendukung dan bekerja sama dalam menerapkan segala kebijakan maupun peraturan yang telah diterapkan. Sehingga Indonesia dapat menjadi negara yang bersatu menuju kemakmuran serta kesejahteraan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar