Jumat, 21 Oktober 2016

Jurnalistik : Interpretasi



Indonesia Butuh SDM dengan Skill Masa Depan

 


JAKARTA - Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali mengatakan Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk menghadapi persaingan global. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber di acara Rembuk Nasional 2015 yang membahas Pembangunan Manusia dan Pendidikan Vokasi di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (24/10/2016), seperti dalam siaran pers kepada Sindonews. "Di negara maju, banyak anak yang begitu riang dan bersemangat ketika pergi dan pulang sekolah. Sementara, di Indonesia banyak anak yang sakit perut ketika pulang sekolah," ujar Rhenald berseloroh.Dia menjelaskan, pada tahun 2012 Indonesia merupakan kekuatan ekonomi terbesar nomor 12 dengan 19% populasi di atas rata2 nasional."Pada 2030 kita akan lebih banyak ke dalam jasa, dan sektor yang menggunakan teknologi tinggi," paparnya.

Oleh karena itu, kata dia, perlu sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masa depan. "Pengangguran tidak terlalu banyak di Indonesia. Namun yang mengkhawatirkan adalah pengangguran tersebut didominasi oleh pemuda," ucapnya. Hal tersebut, lanjutnya, disebabkan karena para generasi muda kurang memiliki keterampilan (skill). "Mereka merasa tidak punya cukup kreativitas dalam bekerja. Kita perlu membekali generasi muda dengan kompetensi yang sesuai tuntutan kerja di dalam persaingan global modern," tutur Rhenald.
Rhenald menilai berbagai kompetensi tersebut harus ditanamkan dengan mengedepankan kearifan budaya, moral, etika dan rasa nasionalisme. "Kemudian tantangannya adalah pendidikan dasar di Indonesia, yang sangat oriented tanpa pembekalan soft skill," katanya.Dia mengatakan, skill yang diperlukan adalah dalam mengolah langsung apa yang bisa dilakukannya. "Mereka perlu mengetahui potensi, dan kemudian mengembangkannya," ucapnya.

Hal senada disampaikan penulis buku Revolusi Sistem Pendidikan Nasional, Bayu Prawira. Menurut Bayu, formula yang diperlukan untuk pendidikan masa depan adalah ilmu pengetahuan, soft skill, kepemimpinan yang kemudian dibungkus etika."Pertanyaannya, bagaimana mencapai formula tersebut?" katanya.Menurut dia, saat ini tantangan utama pendidikan Indonesia adalah letak geografi. "Untuk menyalurkan guru ke daerah itu cukup berat. Kita harus menggunakan e-learning sebagai media pembelajaran mulai dari kelas 1 SD agar mereka independen," tutur Bayu.

Dari berita tersebut, kita mengetahui bahwa Indonesia harus mempunyai suatu gebrakan baru terutama dibidang pendidkan yang mana pada zaman globalisasi sekarang ini, sangat dibutuhkan calon penerus bangsa yang berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang. Kurangnya pendidikan dasar dan tidak cukupnya keterampilan dalam pengembangan skill merupakan faktor kendala mengapa banyak pengangguran banyak didominasi oleh remaja. Sudah selayaknya pemerintah harus memperbaiki sistem pendidikan yang ada untuk menjadikan calon penerus bangsa sebagai sumber daya manusia yang dapat mempunyai daya saing dengan negara maju lainnya. 

Faktor geografis merupakan salah satu kedala lainnya yang menjadikan kurang ratanya pendidikan di seluruh Indonesia, sehingga membuat banyak dari remaja yang memiliki potensi tidak mendapatkan pendidikan serta pembinaan yang cukup. Pemerintah harus lebih memperhatikan pendidikan yang berada di pedalaman Indonesia khususnya mengenai masalah fasilitas yang meliputi, guru yang mumpuni, sarana dan prasarana yang baik serta layanan publik yang dapat mendukung adanya kegiatan belajar mengajar. Sehingga masyarakat di seluruh Indonesia bisa mempersiakan diri untuk kemajuan zaman yang sedang berlangsung khususnya anak – anak sebagai calon penerus bangsa.

Para remaja sebagai sumber daya manusia Indonesia tentunya harus mempunyai perbekalan yang kuat untuk mengahadapi zaman dimana teknologi yang semakin canggih, orang – orang yang mempunyai keahlian serta kemampuan mumupinilah yang  dapat mengolah hidup secara berdampingan dengan pesatnya kemajuan yang ada. Banyaknya persaingan yang akan terjadi karna dampak globalisasi, calon penerus bangsa juga diharapkan dapat memegang teguh etika, menjaga moral serta rasa nasionalisme. 

Indonesia sebagai negara yang memiliki kepadatan penduduk ke empat di dunia, harus lebih mempersiapkan kebutuhan dari segala aspek untuk menghasilkan sumber daya manusia , sehingga nantinya jumlah penduduk yang ada seimbang dengan hasil dari sumber daya manusia yang diharapkan. SDM yang diharapkan tentu yang berkualitas yang mampu menciptakan daya saing setara dengan negara – negara lain, ditambah mempunyai sikap kemimpinan dan mampu mengharumkan nama negara Indonesia dalam kancah Internasional. Maka dari itu perubahan harus di mulai dari sistem pendidikan yang lebih jelas sehingga tidak ada lagi ketidakpuasan yang dirasakan oleh masyarakat, memiliki program pendidikan yang jauh lebih terarah, serta memberikan berbagai macam edukasi pengembangan keterampilan pada anak muda yang tidak mempunyai pekerjaan.

Sumber daya manusia yang berkualitas dapat dilihat dari bagaimana negara itu mengolah dan memberikan perhatiannya. Semoga pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama dengan baik dalam menghasilakan sumber daya manusia yang dapat menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju dalam berbagai bidang serta mampu membawa negara Indonesia dalam persaingan Internasional di masa yang akan datang.

source of news :  http://nasional.sindonews.com/read/1149789/15/indonesia-butuh-sdm-dengan-skill-masa-depan-1477309692/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar