Minggu, 04 Oktober 2015

Bab I - Pertumbuhan Penduduk dan Kebudayaan


1)      Pertumbuhan Penduduk .
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi. Menurut CIA World Factbook Tahun 2015, Indonesia menempati urutan ke 4 di dunia dengan jumlah penduduk : 255.993.674 jiwa. Dan memiliki rasio sekitar 3,5 % dari jumlah penduduk dunia. Berikut merupakan data pertumbuhan penduduk disetiap provinsi di Indonesia, yang saya kutip dari www.bkkbn.go.id.



Pertumbuhan penduduk ialah perubahan populasi sewaktu-waktu dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran biasanya selalu mengarah pada manusia. Dalam kata lain, pertumbuhan penduduk merupakan bertambah atau berkurangnya jumlah populasi dalam suatu daerah.
Pertumbuhan penduduk yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor yaitu : Kelahiran (natalitas), Kematian(mortalitas) dan Perpindahan Penduduk (migrasi).
Kelahiran (natalis) yang bersifat menambah jumlah populasi sehingga menyebabkan pertambahan jumlah penduduk semakin besar , faktor yang menjadi penunjang kelahiran ialah : 
      a.   Anggapan bahwa anak sebagai sumber rezeki.
b.   Menikah pada usia muda.
c.   Kurangnya pemahaman tentang berkeluarga.

Namun ada pula faktor penghambat kelahiran, yaitu :
a.       Adanya program keluarga berencana.
b.      Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan laki – laki minimal berusia 19 tahun.
c.       Adanya penyuluhan sebelum menikah.

Penghambat kelahiran juga bertujuan untuk membantu mengurangi jumlah kelahiran, supaya jumlah penduduk seimbang dengan dukungan daerah maupun ekonomi dari suatu keluarga.
       Kematian (mortalitas) yang bersifat mengurangi jumlah penduduk secara tidak langsung. Faktor kematian biasanya disebabkan oleh :
a.      Angka kemiskinan yang sangat tinggi.
b.      Kurangnya pengetahuan dalam aspek kesehatan.
c.       Tingginya tingkat kelaparan pada balita dan kurangnya asupan makanan yang bergizi pada manusia lanjut usia (manula).

Perpindahan Penduduk (migrasi) adalah salah satu faktor pertumbuhan penduduk yang dibagi menjadi dua yaitu Migrasi internasional maupun Migrasi Nasional.
       Migrasi Internasional diantaranya :
a.      Imigrasi yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan  
         menetap (jangka waktu lama).
b.      Emigrasi yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain.
c.      Remigrasi yaitu kembalinya seorang imigran ke negara asalnya.

Migrasi Nasional diantaranya :
   a.    Urbanisasi yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota.
   b.    Transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari suatu pulau ke pulau yang lain.
  c.     Ruralisasi yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa.
  d.     Evakuasi yaitu perpindahan tempat yang bahaya ke tempat yang sudah aman.   
           Contohnya pada saat Gunung Meletus, Banjir, dsb.

Perpindahan Penduduk (Migrasi) juga memiliki dampak postif dan negatifnya. Berikut ini   merupakan dampak postif dari Migrasi :
a.   Pada Transmigrasi : dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, dapat pula meningkatkan produksi pertanian dan mengurangi kepadatan penduduk disuatu pulau.
b.    Pada Urbanisasi : dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kota, kesempatan membuka usaha – usaha baru lebih luas dan mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik dari sebelumnya (pada saat di desa).
c.    Pada Emigrasi : dapat mengurangi ketergantungan terhadap negara lain, mampu memperkenalkan kebudayaan ke dunia mancanegara, dan menambah pemasukan atau devisa bagi negara asal.
Dampak negatifnya ialah :
a.     Berkurangnya tenaga trampil pada suatu daerah.
b.     Produkivitas negara asal berkurang .
c.     Masuknya budaya asing yang tidak seuai dengan kepribadian bangsa.
d.     Banyaknya para emigran ilegal yang memperburuk citra negara asal.

Namun, perkembangan IPTEK di zaman globalisasi ini dapat menjadi faktor yang paling  mempengaruhi pertumbuhan penduduk terutama dalam bidang kesehatan. Teknologi kesehatan dapat mengatur tingginya angka kelahiran dan mencegah angka kematian.
Seperti dengan Keluarga Berencana(KB) yang mengatur angka kelahiran suatu penduduk namun banyak dari penduduk enggan untuk menggunakan program pemerintah ini disebabkan beberapa faktor yaitu : kurangnya pengetahuan mengenai KB pada penduduk di pedalaman, kepercayanaan pun mempengaruhi orang dalam penerimaan KB , dan cara pandang masyarakat yang terkadang paling banyak mempengaruhi program tersebut.
      Berikut penjelasan saya tentang Pertumbuhan Penduduk dan menurut saya, pertumbuhan harus dapat dikendalikan agar tidak mengalami kelebihan populasi sehingga menyebabkan ketidakseimbangan dalam ekonomi maupun tempat tinggal. Semakin banyak populasi penduduk, semakin padat pula perumahan disuatu daerah. Dan akibatnya kemiskinan akan meningkat karna kurangnya lahan pekerjaan dan kesehatan pun tidak terkontrol. Oleh karna itu harus adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat agar pertumbuhan penduduk dapat berjalan dengan seimbang.

Berikut referensi yang saya gunakan :
www.wikipedia/pertumbuhan-penduduk.com 
www.bkkbn.go.id
www.ilmupengetahuan.com

Nama  : Retno Puji Lestari
Kelas : 2SA08
NPM : 1C614839

Tidak ada komentar:

Posting Komentar