Minggu, 18 Oktober 2015

Sub bab III : Rangkaian Keterkaitan antara Individu, Keluarga, dan Masyarakat.




Individu ialah berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi”. Individu merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Namun kata Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan (Dr.A. Lysen)
Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana dirinya bergabung. Individu juga dapat berarti manusia yang memiliki peranan khas atau spesifik dalam kepribadiannya. Proses yang meningkatakan ciri-ciri individualitas pada seseorang sampai pada dirinya sendiri, disebut proses individualisasi atau aktualisasi diri.
Maka dari itu setiap individu pun memiliki pola pikir atau cara pandang masing-masing serta terdapat juga tiga aspek dalam individu yaitu aspek organik jasmani, aspek psikis rohani, dan aspek sosial. Dimana aspek aspek tersebut saling berhubungan.
Keluarga menurut Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak dan berkehendak bersama–sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing – masing anggotanya. Namun Durkhem berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil faktor-faktor politik, ekonomi, dan lingkungan.
Kata keluarga berasal dari bahasa sansekerta kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu. Secara garis besar keluarga biasanya terdiri dari beberapa anggota yaitu Ayah, Ibu dan Anak. Keluarga merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat.
Masyarakat adalah wadah segenap antar hubungan sosial terdiri atas banyak sekali kolektiva-kolektiva serta kelompok dan tiap – tiap kelompok terdiri atas kelompok – kelompok lebih baik atau sub kelompok (Drs. JBAF Mayor Polak).
Dapat diartikan bahawa Masyarakat merupakan suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma – norma, adat istiadat yang sama – sama ditaati dalam lingkungannya. Dalam lingkungan itu, antara orang tua dan anak , antara ibu dan ayah, antara kakek dan cucu, antara sesama kaum laki – laki dan sesama kaum wanita, larut dalam suatu kehidupan yang teratur dan terpadu dalam suatu kelompok manusia.
 
Dalam pertumbuhan dan perkembangan suatu masyarakat dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
1. Masyarakat sederhana.
Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitif) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari kelemahan dan  kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan alam yang buas pada saat itu.
2. Masyarakat Maju.
Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok sosial, atau lebih dikenal dengan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai. Organisasi kemasyarakatan tumbuh dan berkembang dalam lingkungan terbatas sampai pada cakupan nasional, regional maupun internasional.
Dalam masyarakat maju dapat dibedakan dengan Masyarakat Non Industri dan Masyarakat Industri :
 



     1. Masyarakat non Industri.
Secara garis besar, kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group).
a.    Kelompok Primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Kelompok primer ini disebut juga kelompok ”face to face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.Sifat interaksi dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompoknya yaitu menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa,melainkan lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawab para anggota dan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara sukarela. Contoh-contoh kelompok primer, antara lain : keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar, kelompok agama, dan lain sebagainya.
b.    Kelompok sekunder
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan.Oleh karena itu, sifat interaksi, pembagian kerja antar anggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional dan obyektif. Para anggota menerima pembagian kerja/tugas atas dasar kemampuan : keahlian tertentu, disamping dituntut dedikasi. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya.

2. Masyarakat Industri 
Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian atau kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.   

Jadi,  antara individu, keluarga dan masyarakat sangat jelas keterkaitannya karna individu sebagai subyek utama dan penting untuk dapat mengatur atau menempatkan diri dimana mereka berada. Didalam keluarga pun, individu mempunyai tugasnya masing- masing seperti ayah sebagai kepala keluarga yang bertugas untuk mencari nafkah, ibu bertugas sebagai pengatur rumah tangga, dan anak yang bertugas sebagai pelajar. Dalam bermasyarkat, individu atau setiap manusia pun juga terdapat tugas, yaitu bergotong royong, membantu tetangga yang membutuhkan, menjadi pengontrol sosial dalam masyarakat, dan tentu menjaga dan memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban lingkungan dan masyarakat.

source : www.wikipedia.com
               www.goggle.com
Nama  : Retno Puji Lestari
Kelas : 2SA08
NPM : 1C614839

Tidak ada komentar:

Posting Komentar