Senin, 30 November 2015

Kemiskinan



Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.

Kita telah mengetahui bahwa negara Indonesia memiliki tingkat kemiskinan yang cukup tinggi. Kemiskinan yang terjadi akibat dari beberapa faktor , yaitu :
  1. penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin. Contoh dari perilaku dan pilihan adalah penggunaan keuangan tidak mengukur pemasukan.
  2. penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga yang tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.
  3. penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar. Individu atau keluarga yang mudah tergoda dengan keadaan tetangga adalah contohnya.
  4. penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi. Contoh dari aksi orang lain lainnya adalah gaji atau honor yang dikendalikan oleh orang atau pihak lain. Contoh lainnya adalah perbudakan.
  5. penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.
Faktor secara garis besarnya ialah :
1.   Tingkat pendidikan yang rendah.
2.   Produktivitas tenaga kerja rendah.
3.   Tingkat upah yang rencah.
4.   Distribusi pendapatan yang timpang.
5.   Kesempatan kerja yang kurang.
6.   Kualitas sumberdaya alam masih rendah.
7.   Penggunaan teknologi masih kurang.
8.   Etos kerja dan motivasi pekerja yang rendah.
9.   Kultur/budaya (tradisi).
10.  Politik yang belum stabil

Berikut merupakan data statistik kemiskinan di Indonesia :



Bagaimana solusi untuk mengurangi kemiskinan (menurut saya) :
1. Harus menanamkan perubahan dari dalam diri. Perubahan yang dimaksud ialah kita harus bangkit dan berusaha untuk mencari kehidupan yang lebih baik (mecari pekerjaan yang lebih bagus). Bila kita tidak mendapatkannya, tetaplah semangat.
2. Terus melatih kemampuan yang ada. Misalnya, bila kita mempunyai kemampuan mengukir kaya, teruslah untuk bekerja, karna suatu saat anda dapat membuka lahan pekerjaan orang lain (ikut dalam pelatihan-pelatihan untuk bekerja)
3. Pemerintah diharapkan ikut turun tangan terhadap usaha kecil para pengusaha daerah, dan terus memerangi kemiskinan yang terjadi di pedalaman.  Dan turut memperbaiki infrasuktur agar para penduduk miskin dapat membeli barang dengan harga yang murah.
4. Para Penegak Hukum, tentu kita harapkan untuk menindak tegas para Koruptor, dan tidak memberikan mereka pengampunan. Karna uang yang mereka gunakan seharusnya diberikan untuk fasilitas rakyat , bukan untuk pribadi.
5. Pemerintah diharapkan pula dapat meperbanyak membuka lahan pekerjaan dan menaikan upah minimum pekerja sesuai dengan kerja keras para pekerja tersebut.

Berikut Tanggapan Utama terhadap kemiskinan adalah:
          1)         Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin. Ini telah menjadi bagian pendekatan dari masyarakat Eropa sejak zaman pertengahan. Di Indonesia salah satunya berbentuk BLT.
          2)         Bantuan terhadap keadaan individu. Banyak macam kebijakan yang dijalankan untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman, pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dan lain-lain.
          3)         Persiapan bagi yang lemah. Daripada memberikan bantuan secara langsung kepada orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orang tua atau orang dengan ketidakmampuan, atau keadaan yang membuat orang miskin, seperti kebutuhan akan perawatan kesehatan. Persiapan bagi yang lemah juga dapat berupa pemberian pelatihan sehingga nanti yang bersangkutan dapat membuka usaha secara mandiri.

sumber :http://www.omkris.com/2012/10/tentang-kemiskinan-di-indonesia.html
             https://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan
   andreavindi19.blogspot.com

Nama : Retno Puji Lestari
Kelas : 2SA08
NPM: 1C614839
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar