Senin, 09 November 2015

Pelapisan Sosial Kesamaan Derajat

Pelapisan Sosial




   Pengertian Pelapisan Sosial

           Pelapisan sosial dalam sosiologi dikenal dengan istilah stratifikasi sosial. Kata stratifikasi sosial berasal dari kata stratum (lapisan) dan socius (masyarakat). Menurut Pitirim A. Sorokin (Dalam Basrowri 60 ; 2005) Stratifikasi sosial diartikan sebagai pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (herarkis). Perwujudannya adalah kelas-kelas tinggi dan kelas yang lebih rendah. Selanjutnya Sorokin, mengemukakan bahwa inti dari lapisan sosial adalah tidak adanya keseimbangan dalam pembagian hak dan kewajiban, kewajiban dengan tanggung jawab nilai-nilai sosial dan pengaruhnya di antara anggota-anggota masyarakat. Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan stratifikasi social adalah ukuran kekayaan, kekuasaan dan wewenang, kehormatan, serta ilmu pengetahuan (Karl Max)

Kriteria penentuan seseorang dalam Stratifikasi Sosial adalah sebagai berikut :

 a.Kekayaan dalam berbagai bentuk yang diketahui oleh masyarakat diukur dalam   
      kuantitas atau dinyatakan secara kualitatif.
   b.Daya guna fungsional perorangan dalam hal pekerjaan.
      c. Keturunan yang menunjukkan reputasi keluarga, lamanya tinggal atau berdiam di suatu
        tempat, latar belakang rasial atau etnis, dan kebangsaan.
     d. Agama yang menunjukkan tingkat kesalehan seseorang dalam menjalankan ajaran
        agamanya.
     e. Ciri-ciri biologis, termasuk umur dan jenis kelamin.

Sifat-Sifat Stratifikasi Sosial

a. Stratifikasi Sosial Tertutup (Close Social Stratification)
Sistem stratifikasi sosial tertutup ini membatasi atau tidak memberi kemungkinan seseorang untuk pindah dari suatu lapisan ke lapisan sosial yang lainnya, baik ke atas maupun ke bawah. Dalam sistem ini, satu-satunya jalan untuk masuk menjadi anggota dari suatu strata tertentu dalam masyarakat adalah dengan kriteria kelahiran. Dengan kata lain, anggota kelompok dalam satu strata tidak mudah untuk melakukan mobilitas atau gerak sosial yang bersifat vertikal, baik naik maupun turun. Dalam hal ini anggota kelompok hanya dapat melakukan mobilitas yang bersifat horizontal.
Salah satu contoh sistem stratifikasi sosial tertutup adalah sistem kasta pada masyarakat Bali. Di Bali, seseorang yang sudah menempati kasta tertentu sangat sulit, bahkan tidak bisa pindah ke kasta yang lain. Seorang anggota kasta teratas sangat sulit untuk pindah ke kasta yang ada di bawahnya, kecuali ada pelanggaran berat yang dilakukan oleh anggota tersebut.
b. Stratifikasi Sosial Terbuka (Open Social Stratification)
Sistem stratifikasi sosial terbuka ini memberi kemungkinan kepada seseorang untuk pindah dari lapisan satu ke lapisan yang lainnya, baik ke atas maupun ke bawah sesuai dengan kecakapan, perjuangan, maupun usaha lainnya. Atau bagi mereka yang tidak beruntung akan jatuh dari lapisan atas ke lapisan di bawahnya. Pada sistem ini justru akan memberikan rangsangan yang lebih besar kepada setiap anggota masyarakat, untuk dijadikan landasan pembangunan dari sistem yang tertutup.
           Dengan kata lain, masyarakat dengan sistem pelapisan social yang bersifat terbuka ini akan lebih mudah melakukan gerak mobilitas sosial, baik horizontal maupun vertikal. Tentu saja sesuai dengan besarnya usaha dan pengorbanan yang dikeluarkan untuk mencapai strata tertentu. Sistem stratifikasi sosial pada masyarakat terbuka didorong oleh beberapa faktor berikut ini.

1) Perbedaan Ras dan Sistem Nilai Budaya (Adat Istiadat)
Perbedaan ini menyangkut warna kulit, bentuk tubuh, dan latar belakang suku bangsa. Perbedaan ini membuat penilaian pelapisan sosial sangatla terlihat.

 2) Pembagian Tugas (Spesialisasi) Spesialisasi ini menyebabkan terjadinya perbedaan fungsi stratifikasi dan kekuasaan dalam suatu sistem kerja kelompok.

3) Kelangkaan Hak dan Kewajiban

Apabila pembagian hak dan kewajiban tidak merata, maka yang akan terjadi adalah kelangkaan yang menyangkut stratifikasi sosial di dalam masyarakat.

Wujud Stratifikasi Sosial
a.     Berdasarkan ekonomi
 Yaitu pelapisan masyarakat berdasarkan kepemilikan harta:
·         Kelas atas, terdiri dari kelompok orang-orang kaya dengan leluasa dapat memenuhi kebutuhan hidupnya bahkan secara berlebihan.
·        Kelas menengah, terdiri dari kelompok orang-orang yang berkecukupan yang sudah bisa memenuhikebutuhan pokok (primer).
·        Kelas bawah, Terdiri dari orang-orang miskin yang masih belum dapat memenuhi kebutuhan primer

b.     Menurut aristoteles :
Arisoteles membagi masyarakat secara ekonomi menjadi tiga kelas, yakni :
·         Golongan sangat kaya: penguasa,tuan tanah dan bangsawan
·         Golongan kaya : petani dan pedagang
·         Golongan miskin : rakyat jelata
c.      Pelapisan masyarakat di Negara demokratis
·         Elite : orang kaya dan orang dengan kedudukan/pekerjaan yang di hargai rakyat
·         Professional :orang dengan gelar,memiliki ijazah dan berhasil di bidang perdagangan
·         Semiprofessional : pedagang,pegawai kantor,teknisi berpendidikan menengah
·         Skilled :orang dengan keterampilan mekanis,
·         Semiskilled : pekerja pabrik tanpa keterampilan
·         Unskilled : tukang gali tanah.
d.     Sosial
Sistem pengelompokan masyarakat berdasarkan gengsi:
·         Kelas atas :
1.      Kelas atas atas
2.      Kelas atas menengah 
3.      Kelas ata bawah
·         Kelas menengah
1.    Kelas menengah atas
2.    Kelas menengah menengah
3.    Kelas menengah bawah
·         Kelas bawah
1.    Kelas bawah atas
2.    Kelas bawah menengah
3.    Kelas bawah bawah
e.      Kasta masyrakat bali
·         Brahmana
·         Satria
·         Waisya
·        Sudra

Pendapat saya tentang pelapisan sosial sebagai sebuah urutan atau tingkatan, sedangkan kesamaan derajat, sama seperti dengan pelapisan sosial tetapi kesamaan derajat ialah sesuatu yang bisa dikatakan memiliki status, tingkatan yang sama dalam lingkungan  atau daerahnya. Pelapisan sosial dan kesamaan derajat memiliki tali hubungan yang erat, karena kedua hal ini sangat berkaitan antar yang satu dengan yang lain. Dan kita sebagai manusia sebaiknya tidak boleh memandang orang lain sesuai dengan lapisan sosialnya, karenanya akibat penilaian manusia sesuai dengan pelapisan sosialnya dapat menimbulkan adu mulut sampai perkelahian. Agar dapat tercipta negara dan bangsa Indonesia yang adil, aman dan tentram kita harus menjauhkan unsur tersebut dari kehidupan masyarakat. Masyarakat yang nyaman ialah bukan berdasarkan pelapisan sosial yang sama melainkan dari beberapa lapisan sosial yang berbeda namun bergabung menjadi satu untuk mewujudkan cita-cita hidup bersama – sama.

Nama : Retno Puji Lestari
Npm : 1C614839
Class : 2SA08



Source : www.google.com
               www.wikipedia.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar